Apa itu Hybrid Cloud?

Terakhir diperbarui: 05/10/2026

Hybrid cloud adalah lingkungan komputasi campuran tempat aplikasi dijalankan menggunakan kombinasi komputasi, penyimpanan, dan layanan di berbagai lingkungan—cloud publik dan cloud pribadi, serta pusat data lokal tradisional atau lokasi “edge”. Pendekatan hybrid cloud computing banyak diadopsi karena saat ini hampir tidak ada yang sepenuhnya bergantung pada satu cloud publik. 

Dengan lingkungan hybrid cloud, Anda dapat terus menggunakan layanan lokal sekaligus memanfaatkan opsi fleksibel untuk menyimpan dan mengakses data serta aplikasi yang ditawarkan penyedia cloud publik. Hal ini membantu Anda membuat konfigurasi serbaguna berdasarkan kebutuhan bisnis spesifik Anda. Banyak organisasi memilih untuk mengadopsi platform hybrid cloud guna membantu mengurangi biaya, meminimalkan risiko, serta memperluas kemampuan yang ada untuk mendukung upaya transformasi digital.

Pendekatan hybrid cloud adalah salah satu konfigurasi infrastruktur yang paling umum saat ini. Migrasi cloud sering kali secara alami mengarah ke implementasi hybrid cloud karena organisasi sering kali harus mentransisikan aplikasi dan data secara perlahan dan sistematis. Dengan lingkungan hybrid cloud, Anda dapat terus menggunakan layanan lokal sekaligus memanfaatkan opsi fleksibel untuk menyimpan dan mengakses data serta aplikasi yang ditawarkan penyedia cloud publik.

Penjelasan hybrid cloud

Solusi hybrid cloud mencakup aplikasi, atau komponennya seperti komputasi, jaringan, dan penyimpanan, saat di-deploy di cloud publik dan pribadi. Server lokal juga sering disebut sebagai cloud pribadi.

Contoh hybrid cloud

Contoh hybrid cloud yang paling umum adalah menggunakan cloud publik dengan layanan cloud pribadi dan infrastruktur lokal. Namun, tidak ada konfigurasi hybrid cloud atau arsitektur yang selalu cocok untuk semua. 

Hybrid cloud dapat menggabungkan cloud publik dan cloud pribadi yang berjalan dalam infrastruktur lokal atau di dalam edge. Platform ini juga dapat menggabungkan cloud publik dengan cloud publik lainnya (disebut juga multicloud). 

Model hybrid memungkinkan organisasi memadupadankan lingkungan, dan memilih mana yang paling cocok untuk aplikasi dan data tertentu. Misalnya, solusi hybrid populer di kalangan perusahaan dalam industri yang diatur dengan ketat dan memiliki persyaratan privasi data yang ketat tentang cara mereka menyimpan, memproses, dan berinteraksi dengan data mereka.

Contoh umum lainnya adalah mengadopsi pendekatan hybrid cloud untuk menskalakan kapasitas secara dinamis saat permintaan komputasi atau pemrosesan melebihi kemampuan pusat data. Banyak project migrasi cloud pada akhirnya mengarah ke deployment hybrid cloud karena workload dan aplikasi dialihkan secara perlahan dan strategis ke cloud. 

Apakah hybrid cloud sama dengan multicloud?

Meskipun istilah ini sering digunakan secara bergantian, keduanya berbeda. Hybrid cloud memiliki berbagai macam cloud publik dan pribadi yang saling terhubung dan bekerja bersamaan, berbagi data dan proses untuk melakukan tugas yang sama. Sementara itu, pendekatan multicloud menggunakan layanan dari setidaknya dua cloud publik untuk menjalankan berbagai tugas, di mana pun layanan tersebut dihosting. Organisasi yang tidak ingin bergantung pada satu penyedia cloud dapat memilih untuk menggunakan resource dari beberapa penyedia untuk mendapatkan manfaat dari setiap layanan unik. 

Pendekatan hybrid cloud juga dapat dianggap sebagai multicloud jika mencakup resource dari cloud pribadi dan resource dari setidaknya dua penyedia layanan cloud publik. Dengan kata lain, konfigurasi multicloud mencakup konfigurasi hybrid cloud, tetapi hybrid cloud tidak secara otomatis dianggap sebagai multicloud.

Bagaimana cara kerja hybrid cloud?

Hybrid cloud bekerja dengan menggabungkan resource dan layanan dari setidaknya dua lingkungan komputasi yang terpisah. Arsitektur hybrid cloud memerlukan integrasi, orkestrasi, dan koordinasi agar Anda dapat berbagi, mengubah, dan menyinkronkan informasi dengan cepat. 

Jaringan hybrid cloud yang kuat merupakan hal yang penting agar deployment hybrid cloud dapat berfungsi dengan benar. Interkoneksi antarlingkungan biasanya dibuat menggunakan jaringan area lokal (LAN), jaringan area luas (WAN), virtual private network (VPN), dan application programming interface (API).

Serupa dengan arsitektur cloud computing lainnya, platform hybrid cloud memanfaatkan virtualisasi, containerization, serta teknologi penyimpanan dan software-defined networking untuk mengabstraksi dan menggabungkan resource. Software pengelolaan khusus memungkinkan organisasi untuk mengalokasikan resource dan mengaktifkan penyediaan on-demand ke lingkungan lain. 

Hybrid cloud networking

Jaringan yang kuat merupakan hal yang penting agar deployment hybrid cloud dapat berfungsi dengan benar. Jaringan ini menjembatani infrastruktur lokal dan resource cloud Anda, sehingga data dan aplikasi dapat berpindah dengan lancar dan aman. Untuk mengintegrasikan lingkungan yang beragam ini, profesional IT menggunakan beberapa mekanisme jaringan teknis:

  • Virtual private network (VPN): VPN membuat tunnel terenkripsi yang aman melalui internet publik. VPN menawarkan cara hemat biaya untuk menghubungkan jaringan lokal ke penyedia cloud, meskipun performanya dapat berfluktuasi berdasarkan traffic internet umum.
  • Interkoneksi pribadi: Untuk organisasi yang membutuhkan keandalan tinggi dan latensi rendah, koneksi khusus sepenuhnya mengabaikan internet publik. Koneksi ini mengandalkan koneksi fiber fisik langsung antara pusat data lokal dan jaringan penyedia cloud.
  • Software-defined wide area networking (SD-WAN): Teknologi SD-WAN mengelola traffic secara cerdas di berbagai jenis koneksi. SD-WAN memantau kondisi jaringan dan otomatis mengarahkan data melalui jalur tercepat dan paling andal yang tersedia pada saat tertentu.
  • Pemilihan rute dinamis: Teknologi seperti Border Gateway Protocol (BGP) membantu jaringan berbagi informasi pemilihan rute secara otomatis. Hal ini memastikan data menemukan jalur paling efisien antara server lokal dan instance cloud publik tanpa memerlukan update manual dari engineer jaringan.
  • Keamanan dan segmentasi jaringan: Karena cloud hybrid mencakup beberapa lingkungan, kontrol keamanan yang ketat diperlukan. Tim menggunakan firewall berbasis cloud dan segmentasi jaringan untuk mengisolasi workload penting, sehingga membantu memastikan bahwa masalah di satu lingkungan tidak mudah menyebar ke lingkungan lain.
  • Visibilitas jaringan dan kemampuan observasi hybrid cloud: Mempertahankan visibilitas di berbagai lingkungan yang berbeda merupakan tantangan utama dalam konfigurasi hybrid. Tim sering kali mengandalkan alat yang menyediakan observabilitas lintas cloud end-to-end dan observabilitas hybrid cloud untuk memantau aliran traffic dan mendiagnosis masalah. Memanfaatkan Cloud Network Insights dapat membantu mengidentifikasi bottleneck, mengoptimalkan pemilihan rute, dan memverifikasi kondisi jaringan di seluruh arsitektur hybrid.

Apa tujuan penggunaan pendekatan hybrid cloud?

Pendekatan hybrid cloud cocok jika Anda ingin memanfaatkan skala dan keamanan cloud publik. Sekaligus menjaga data Anda tetap lokal agar mematuhi hukum residensi data atau mendukung kebutuhan komputasi yang lebih dekat dengan pelanggan Anda. Untuk sistem penting yang beroperasi di cloud pribadi dan publik, komputasi hybrid adalah pilihan yang sangat efektif.

Berikut adalah beberapa contoh manfaat penggunaan hybrid cloud:

  • Modernisasi sesuai rencana Anda sendiri: Dengan hybrid cloud, Anda dapat memigrasikan aplikasi ke cloud dengan kecepatan yang sesuai dengan bisnis Anda dan mentransformasikan infrastruktur teknis dari waktu ke waktu.
  • Mempertahankan kepatuhan terhadap peraturan: Banyak industri memiliki aturan mengenai tempat aplikasi dapat beroperasi. Konfigurasi hybrid dapat membantu Anda menggunakan cloud pribadi dan publik dengan tetap mematuhi persyaratan peraturan yang ketat.
  • Menjalankan aplikasi secara lokal: Anda mungkin memiliki aplikasi yang diatur oleh hukum dan harus tetap berada dalam sistem lokal atau mainframe yang sulit dipindahkan ke cloud. 
  • Menjalankan aplikasi di lokasi edge jarak jauh: Jika Anda beroperasi di industri yang menuntut komputasi edge untuk latensi rendah, seperti kios dalam industri retail atau jaringan dalam industri telekomunikasi, pendekatan hybrid memungkinkan Anda menjalankan aplikasi tertentu di edge.

Solusi hybrid cloud

Saat ini, tim IT ingin merancang lingkungan hybrid cloud yang memanfaatkan technology stack yang sama untuk mengikuti pengadopsian teknologi berbasis cloud, microservice, arsitektur berbasis container, serta infrastruktur sebagai kode. 

Seiring waktu, solusi hybrid cloud tidak lagi berfokus pada interkonektivitas antarlokasi, dan semakin bergeser ke portabilitas workload dan deployment otomatis ke lingkungan yang optimal untuk kasus penggunaan bisnis tertentu. 

Oleh karena itu, sebaiknya evaluasi platform hybrid cloud berdasarkan apa yang mereka lakukan, bukan hanya berdasarkan lokasi dan kepemilikan. 

Solusi hybrid cloud harus: 

  • Mengonsolidasikan resource, layanan, dan fungsionalitas IT
  • Mengotomatiskan penyebaran skala dan penyediaan
  • Memindahkan workload ke lingkungan secara bebas 
  • Mengorkestrasikan proses dan memberikan pengelolaan terpadu
  • Mengotomatiskan deployment aplikasi di cloud pribadi dan publik, serta lokasi edge 

Apa saja manfaat hybrid cloud?

Tata kelola aplikasi yang efektif

Pendekatan hybrid memungkinkan Anda untuk menentukan lokasi aplikasi, dan di mana komputasi terjadi. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan privasi, dan memastikan kepatuhan untuk aplikasi yang diatur oleh hukum.

Peningkatan performa dan pengurangan latensi

Terkadang, aplikasi yang terdistribusi di lokasi jarak jauh mendapatkan manfaat dari solusi hybrid cloud. Untuk aplikasi dengan persyaratan latensi rendah, komputasi hybrid terjadi di dekat pengguna akhir.

 Operasi yang fleksibel

Komputasi hybrid memberikan Anda fleksibilitas untuk beroperasi di lingkungan yang paling sesuai untuk tim Anda. Misalnya, dengan membangun menggunakan container, Anda dapat membuat aplikasi portabel dan berpindah antara cloud publik dan pribadi dengan mudah. 

 ROI yang ditingkatkan

Dengan menambahkan penyedia cloud publik ke infrastruktur lokal yang ada, Anda dapat memperluas kapasitas cloud computing tanpa menambah beban biaya terhadap pusat data fisik Anda. 

Inovasi lebih cepat

Model hybrid cloud memberikan akses ke teknologi terbaru seperti AI dan machine learning tanpa mengharuskan Anda mengganti infrastruktur yang ada. Anda dapat memaksimalkan resource dan meningkatkan produktivitas untuk mempercepat pengembangan dan pengiriman aplikasi. 

Kekurangan hybrid cloud

Meskipun deployment hybrid cloud menawarkan banyak keuntungan, model ini mungkin tidak sesuai untuk organisasi Anda.

Karena model hybrid cloud mencakup penggunaan cloud pribadi dan infrastruktur lokal, Anda masih perlu berinvestasi dan memelihara hardware internal, serta software dan alat tambahan yang diperlukan. Adopsi hybrid cloud juga memerlukan keahlian teknis baru dari tim IT dan pengguna bisnis. 

Lingkungan hybrid cloud dapat menjadi rumit. Terkadang sulit untuk menetapkan visibilitas ke semua sistem, aplikasi, platform, dan proses dalam jaringan Anda, yang dapat menyebabkan Anda melewatkan masalah atau peluang penting. Selain itu, lingkungan cloud lokal dan publik tidak selalu kompatibel, sehingga sulit untuk menyinkronkan transmisi data. 

Itulah sebabnya Anda perlu menilai dengan cermat apakah manfaat penggunaan cloud sesuai dengan prioritas utama, anggaran, dan keterampilan tim Anda. Anda juga perlu mengevaluasi vendor dan alat cloud yang mendukung platform terbuka, dan memberikan kemampuan pengelolaan hybrid cloud.

Cara menyiapkan hybrid cloud

Workload, infrastruktur, dan proses bersifat unik. Maka dari itu, strategi hybrid cloud Anda pada akhirnya akan ditentukan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Apa yang berhasil untuk satu organisasi belum tentu cocok untuk organisasi Anda. 

Saat Anda membangun strategi hybrid cloud, Anda perlu membuat rencana untuk: 

  • Menentukan visi Anda: Buat pernyataan visi yang mengevaluasi pendekatan dan lingkungan Anda saat ini untuk membantu menentukan apa saja yang ingin dioptimalkan, dan bagaimana deployment hybrid cloud akan membantu Anda mencapai sasaran. 
  • Menilai workload. Tentukan workload yang akan berjalan di atau dimigrasikan ke setiap lingkungan. Penempatan workload yang berjalan dapat berdampak besar terhadap keberhasilan strategi Anda. Menempatkan workload di tempat yang tepat dapat membuatnya lebih efisien, sedangkan penempatan workload yang salah dapat mempersulit deployment Anda. 
  • Mengidentifikasi pola: Setelah memprioritaskan workload, Anda dapat mengevaluasi pola arsitektur mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Meskipun workload Anda unik, ada pola arsitektur hybrid cloud umum yang dapat digunakan untuk membantu memaksimalkan lingkungan Anda. 
  • Memilih topologi jaringan dan teknologi: Setelah menentukan pola arsitektur untuk workload Anda, pilih topologi jaringan umum dan teknologi mana yang memungkinkan Anda untuk menghubungkan lingkungan secara aman dan andal. 

Mengatasi tantangan bisnis Anda dengan Google Cloud

Pelanggan baru mendapatkan kredit gratis senilai $300 untuk dibelanjakan di Google Cloud.
Hubungi spesialis penjualan Google Cloud untuk membahas tantangan unik Anda secara lebih mendetail.

Referensi lainnya

  • Cloud Location Finder API: Memberikan akses terprogram ke data lokasi terbaru di Google Cloud, Amazon Web Services (AWS), Azure, dan Oracle Cloud Infrastructure (OCI).
  • CI/CD modern dengan GKE: Alat dan panduan ahli untuk membantu Anda membangun pipeline CI/CD yang aman, skalabel, dan otomatis untuk tim pengembangan Anda di infrastruktur lokal dan di cloud.

Langkah selanjutnya

Mulailah membangun solusi di Google Cloud dengan kredit gratis senilai $300 dan lebih dari 20 produk yang selalu gratis.

Google Cloud