Apa itu business intelligence (BI)?

Business intelligence (BI) adalah proses penggunaan kekuatan manusia dan teknologi untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang akan digunakan oleh organisasi dalam proses pengambilan keputusan sehari-hari dan strategis mereka.

Looker Google Cloud adalah alat business intelligence yang menawarkan tampilan terpadu atas data perusahaan Anda.

Ringkasan business intelligence

Biasanya, proses business intelligence melibatkan pengumpulan data perusahaan ke dalam data warehouse atau repositori lain dan menggunakan alat yang dirancang khusus untuk menganalisis data. Misalnya, perusahaan mungkin melihat kebiasaan belanja online pelanggan, biaya operasional, atau informasi penjualan regional.

Alat-alat yang membentuk solusi business intelligence terbagi ke dalam tiga kategori:

  • Infrastruktur lokal: Alat ini berjalan di infrastruktur organisasi Anda dan biasanya digunakan dengan data warehouse tradisional.
  • Open source: Alat ini hemat biaya, tetapi sering kali memerlukan pengetahuan teknis yang mendalam dan coding manual agar dapat dikelola secara efektif.
  • Berbasis cloud: Alat business intelligence berbasis cloud sangat bagus dalam menangani data streaming dan data dalam jumlah besar. Mereka mengurangi overhead karena vendor cloud mengelola infrastruktur dan lingkungan yang mendasarinya.

Kasus penggunaan business intelligence

BI modern melampaui pelaporan statis dengan berintegrasi dengan siklus proses data ke AI yang lebih luas. Berikut cara organisasi menerapkan BI menggunakan Google Cloud:

Organisasi menggunakan BI untuk beralih dari insight deskriptif ke prediktif. Dengan memanfaatkan BigQuery, platform data ke AI otonom milik Google, tim dapat mengotomatiskan siklus proses data mulai dari penyerapan hingga pembuatan perkiraan berbasis AI untuk penjualan atau churn pelanggan.

Perusahaan besar sering kali mengalami kesulitan dengan kualitas data di berbagai sistem yang berbeda. Menggunakan Dataplex Universal Catalog memungkinkan data steward mempertahankan semantik dan tata kelola yang konsisten untuk agen data dan AI, sehingga memastikan laporan BI didasarkan pada data tepercaya.

Perusahaan menganalisis data streaming real-time dari pasar saham atau sensor IoT. Dengan Serverless Spark (Dataproc), engineer dapat mengirimkan tugas Spark dengan satu perintah, sehingga organisasi dapat berfokus pada insight, bukan mengelola cluster.

Untuk mempertahankan fleksibilitas, organisasi menggunakan alat BI yang berfungsi di berbagai format penyimpanan terbuka. BigLake memungkinkan tim membuat kueri data dalam format seperti Apache Iceberg dengan interoperabilitas penuh di seluruh data warehouse dan mesin open source mereka.

Apa saja manfaat business intelligence?

Menggunakan data untuk lebih memahami performa bisnis

Alat BI modern dapat membantu organisasi memahami apa yang terjadi, beserta alasan, dan apa yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan operasi mereka dengan lebih baik.

Mengambil langkah yang dapat ditindaklanjuti sebagai respons terhadap indikator performa utama

Data yang dianalisis dapat mengungkap pola penting  dalam penjualan, layanan pelanggan, produksi, dan keamanan untuk menginformasikan performa jangka pendek dan jangka panjang.

Menemukan peluang untuk lini bisnis baru

BI memungkinkan perusahaan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lanskap bisnis dengan menentukan lini produk baru dan mengoptimalkan saluran penjualan.



Coba alat business intelligence kami

Pelanggan baru mendapatkan kredit gratis senilai $300 untuk dibelanjakan di Google Cloud.
Hubungi spesialis penjualan Google Cloud untuk membahas tantangan unik Anda secara lebih mendetail.

Mengapa business intelligence penting?

Perusahaan dengan sasaran peningkatan efisiensi guna mempermudah pengambilan keputusan berbasis fakta memahami pentingnya business intelligence. Layanan ini mengungkap pola dan tren penting dalam data bisnis, sehingga memberikan pandangan mendalam tentang perilaku konsumen, dan produktivitas internal. Kualitas dan lokasi data adalah faktor penting:

  • Kualitas data: Data yang buruk menghasilkan business intelligence yang buruk. Untuk menjaga data yang berkualitas, perusahaan perlu mengambil langkah untuk membersihkan dan menormalisasi data secara teratur.
  • Data penting terkunci di sistem yang berbeda: Saat data penting terpisah, business intelligence Anda tidak lengkap. Solusi seperti Dataplex Universal Catalog membantu menyediakan tata kelola terpadu untuk memisah silo ini.
  • Kurangnya keahlian: Penggunaan alat BI dapat memerlukan keahlian yang signifikan. Google Cloud mengatasi hal ini dengan mengizinkan developer menggunakan alat yang sudah dikenal, seperti notebook BigQuery Studio, untuk mengelola siklus proses data.

Langkah selanjutnya

Mulailah membangun solusi di Google Cloud dengan kredit gratis senilai $300 dan lebih dari 20 produk yang selalu gratis.

Google Cloud