Memigrasikan workload Anda dari VM yang ada ke VM baru


Dalam situasi tertentu, Anda perlu memindahkan workload dari instance virtual machine (VM) yang ada ke VM baru. Contohnya termasuk perlu mengupgrade sistem operasi ke rilis baru, atau ingin beralih dari arsitektur x86 ke arsitektur Arm. Dalam kasus ini, Anda harus membuat VM baru dan memindahkan workload Anda ke VM baru.

Bersiap untuk bermigrasi ke VM Arm

Jika Anda ingin memigrasikan VM agar menggunakan platform CPU Arm, misalnya, dari n2d-standard-32 ke t2a-standard-32, selesaikan langkah-langkah berikut.

  1. Pastikan versi sistem operasi untuk VM Anda saat ini didukung untuk VM T2A. Lihat dokumentasi detail sistem operasi untuk sistem operasi Anda guna mendapatkan informasi selengkapnya.
    • Jika instance Arm memerlukan versi sistem operasi yang lebih baru, pastikan aplikasi Anda kompatibel dengan versi yang lebih baru.
    • Jika image Arm tidak tersedia untuk sistem operasi Anda saat ini, pilih sistem operasi baru untuk menjalankan aplikasi Anda dan pastikan aplikasi Anda kompatibel dengan sistem operasi yang baru.
  2. Tinjau ringkasan seri mesin Tau T2A untuk melihat fitur apa saja yang tersedia. Seri mesin T2A mungkin tidak mendukung fitur jaringan atau penyimpanan yang sama dengan yang Anda gunakan dengan VM saat ini.
  3. Seri mesin T2A mungkin tidak mendukung antarmuka yang sama dengan jenis mesin Anda saat ini. Tinjau antarmuka yang didukung pada sistem operasi untuk melihat antarmuka jaringan dan penyimpanan yang didukung. Pastikan aplikasi Anda mendukung antarmuka yang didukung.
  4. Tinjau region dan zona yang tersedia untuk seri mesin T2A. Seri mesin T2A mungkin tidak tersedia di semua region sebagai VM Anda saat ini. Sesuaikan deployment, ketersediaan, dan disaster recovery plan Anda sesuai kebutuhan.
  5. Tentukan apakah aplikasi atau program Anda akan berjalan di Arm, atau apakah aplikasi atau program tersebut memerlukan modifikasi. Biner x86 yang dikompilasi tidak akan berjalan di Arm dan biner Arm yang dikompilasi tidak akan berjalan di x86. Anda harus mengompilasi ulang biner untuk Arm, biasanya tanpa modifikasi pada kode sumber. Anda mungkin juga perlu mengupgrade paket dan library agar menyertakan versi ARM yang setara dengan versi yang Anda gunakan di VM x86. Jika aplikasi Anda ditulis menggunakan bahasa pemrograman versi terbaru, aplikasi tersebut kemungkinan akan kompatibel dengan Arm tanpa memerlukan modifikasi lebih lanjut. Untuk menjalankan bahasa pemrograman tafsiran seperti Python, Ruby, dan JavaScript, Anda harus menginstal lingkungan runtime yang kompatibel dengan Arm di VM Arm Anda.

Memindahkan workload Anda dari VM yang ada ke VM baru

Untuk memindahkan workload Anda ke VM baru, buat VM baru, lalu pindahkan workload Anda ke VM baru. Anda mungkin melakukan ini saat perlu mengupgrade ke versi sistem operasi terbaru, atau beralih ke VM yang berjalan di platform Arm.

  1. Update aplikasi dan program Anda, jika perlu, untuk mendukung antarmuka jaringan gVNIC, antarmuka penyimpanan NVMe, atau versi sistem operasi baru.
  2. Jika VM yang ada menggunakan disk SSD lokal yang berisi data yang ingin Anda pertahankan, pindahkan isi disk tersebut ke persistent disk.
  3. Buat VM baru sesuai spesifikasi Anda.

  4. Konfigurasikan pengguna, driver, paket, dan direktori file yang diperlukan di VM baru untuk mendukung workload Anda.
  5. Update aplikasi dan program Anda untuk menggunakan antarmuka jaringan gVNIC atau antarmuka penyimpanan NVMe, jika perlu.
  6. Pindahkan persistent disk dari VM lama ke VM baru. Anda dapat melakukannya dengan melepaskan persistent disk dari VM lama dan menambahkannya ke VM baru. Atau, Anda dapat mentransfer file dari satu VM ke VM lainnya.
  7. Instal aplikasi dan program yang telah dimodifikasi di VM baru. Kompilasi ulang program di OS baru, jika diperlukan.
  8. Tetapkan ulang alamat IP statis yang terkait dengan VM asli ke VM Arm baru.
  9. Secara opsional, pindahkan kembali data yang disimpan dari persistent disk ke SSD lokal.

Jika Anda mengalami masalah saat memindahkan workload dari VM x86 ke VM ARM, hubungi Manajer Akun Teknis (TAM) Anda atau Google Professional Services Organization (PSO) untuk mendapatkan bantuan.

Langkah selanjutnya