Jump to Content
Inside Google Cloud

Membantu industri manufaktur selama dan setelah pandemi COVID-19

May 14, 2020
Dominik Wee

Managing Director Manufacturing and Industrial

Pandemi COVID-19 telah berdampak pada setiap industri, termasuk manufaktur yang sangat mengandalkan tenaga kerja langsung yang terampil dan supply chain yang kompleks. Menurut survei yang diadakan bulan Maret 2020 oleh U.S. National Association of Manufacturers, empat dari lima perusahaan manufaktur AS diperkirakan mengalami dampak finansial akibat pandemi COVID-19. Lebih dari separuh perusahaan tersebut merasa bahwa mereka harus mengubah cara dalam beroperasi, dan lebih dari sepertiganya telah mengantisipasi adanya gangguan supply chain. 

Dengan merebaknya pandemi COVID-19, industri manufaktur juga harus mengatasi berbagai masalah penting yang dihadapi oleh karyawannya, termasuk kerja jarak jauh dan pembatasan sosial. Ini adalah saat yang kritis bagi produsen untuk meningkatkan fleksibilitas serta digitalisasi supply chain dan operasinya. Berikut ini cara cloud dapat membantu para pelaku bisnis untuk melanjutkan bisnis mereka dalam tatanan kehidupan baru (new normal).

Mengaktifkan otomatisasi

Meski dampak keseluruhan dari pandemi COVID-19 masih belum diketahui, banyak pabrik yang telah mengalami penurunan sumber daya dan kapasitas tenaga kerja. Industri manufaktur menghadapi tantangan seputar cara mereka memahami situasi baru ini serta mengembangkan inisiatif otomatisasi dan prosedur operasi yang baru dengan cepat, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan cepat dan karyawan mereka dapat bekerja di pabrik dengan aman.

Kami ingin membantu industri manufaktur mengatasi tantangan tersebut dengan menawarkan alat yang dapat mengotomatisasi proses, memantau sistem dari jarak jauh, dan memperluas kemampuan mereka saat berada di luar pabrik. Dengan Vision AI, misalnya, industri manufaktur dapat melatih model machine learning untuk memeriksa kualitas dan kepatuhan dari hasil produksi dan proses secara visual, tanpa membahayakan kesehatan pengawas pabrik. Dengan menghubungkan teknologi operasional (OT) dan teknologi informasi (IT) melalui cloud, operator dapat memantau dan mengontrol mesin atau pabrik tertentu dari jarak jauh menggunakan tampilan dasbor dan performa. 

GlobalFoundries, perusahaan terkemuka dalam industri manufaktur semikonduktor, sudah menggunakan AutoML Vision untuk membuat solusi inspeksi visual yang dapat mendeteksi kerusakan acak pada gambar wafer map dan scanning electron microscope (SEM) yang merupakan elemen penting dalam proses produksi semikonduktor. AutoML Vision membaca gambar wafer dan sampel kerusakan, lalu melatih model custom untuk mendeteksi kerusakan tersebut. AutoML Vision berhasil mengklasifikasikan 80% gambar berdasarkan sejumlah data pelatihan yang terbatas dalam proses awal itu sendiri. Melalui jalur cepat untuk mendapatkan akurasi tinggi ini, GlobalFoundries dapat menjalankan proses produksi, mulai merasakan manfaatnya, dan meningkatkan skalanya dengan cepat. Pabrik ini telah meningkatkan kualitas serta kepuasan pelanggan, dan 40% beban kerja inspeksi manual telah berhasil dialihkan ke solusi inspeksi visual yang dibuat dengan berbasis pada AutoML Vision.

Mendukung kerja jarak jauh

Google Meet, solusi rapat video premium dan aman dari kami, dapat membantu produsen mengadakan rapat harian, pelatihan, dan orientasi tanpa perlu berada di pabrik, sementara alat G Suite seperti Google Dokumen, Spreadsheet, dan Slide memungkinkan tim untuk berkolaborasi dalam penyusunan dokumen dari jarak jauh. Google Meet juga memungkinkan pelatihan virtual dan orientasi karyawan baru dengan aman dan terlindungi.

KAESER Compressors, salah satu perusahaan terkemuka di dunia untuk produk kompresor udara, mempercepat deployment G Suite mereka saat cara kerja tim mereka harus diubah ke model kerja jarak jauh sebagai akibat dari pandemi COVID-19. “Kami sangat terkesan dengan begitu cepatnya karyawan kami mengadopsi G Suite dan kami sangat yakin dengan manfaat cloud", kata Falko Lameter, CIO di KAESER Compressors. “Kami dapat mengakses lebih banyak memori, mesin yang lebih baik, dan teknologi yang lebih canggih, seperti machine learning. Google Cloud telah menunjukkan komitmennya dalam hal inovasi di bidang ini, dan kami ingin memperkuat kolaborasi kami di masa mendatang”.

Penyedia solusi energi Viessmann dapat terus mempertahankan produksinya, dan G Suite telah membantu perusahaan ini dalam mengubah cara kerja karyawannya ke model kerja jarak jauh dalam rentang waktu 48 jam. Sejak itu, mereka telah mengadakan sekitar 60.000 konferensi Google Meet setiap bulan. Di samping itu, Google Spreadsheet telah dijadikan sebagai dasbor IT utama guna memantau KPI untuk infrastruktur IT Viessmann. Dengan menjadi salah satu perusahaan manufaktur pertama yang memilih Chromebooks, para karyawan dapat merasa lebih tenang untuk bekerja jarak jauh, karena akun mereka aman dan dilindungi oleh teknologi autentikasi modern dari Google. Viessmann bahkan telah mengembangkan ventilator dalam waktu yang jauh lebih cepat dari biasanya. G Suite telah membantu para engineer yang terlibat untuk berkolaborasi dan bertukar project dengan mudah, dan ini sangat penting untuk mempercepat proses peluncuran. “Infrastruktur komunikasi dan kolaborasi G Suite dapat dikelola secara mandiri, dan ini membuat kami menjadi lebih tidak terikat satu sama lain”, kata Alexander Pöllmann, Head of Intranet and Collaboration Services di Viessmann. “Kami dapat bekerja bersama dari mana pun di seluruh dunia dan dalam zona waktu berbeda di perangkat mana saja. Fleksibilitas seperti ini membuat tenaga kerja kami menjadi lebih fleksibel, dan paling penting, merasa lebih bahagia dan produktif”. 

Koenig & Bauer, produsen mesin cetak tertua di dunia, melakukan migrasi ke G Suite pada awal tahun 2020 untuk meningkatkan produktivitas dan kolaborasi antar tim. Dengan merebaknya pandemi COVID-19, peralihan ke G Suite di waktu yang tepat ini telah membantu Koenig & Bauer membuat tenaga kerja tetap terhubung secara signifikan. Tim-tim yang berada di lokasi yang berbeda, bahkan di rumah, dapat mengakses berbagai alat seperti konferensi video, fungsi kalender, pemrosesan kata, dan perhitungan spreadsheet, dan kini dapat berbagi file, semua hanya dengan sekali klik dan di satu platform.1 “Sebelum bermigrasi ke G Suite, kami memiliki lingkungan TI yang sangat heterogen dan tidak kolaboratif serta menggunakan sumber daya yang cukup besar", ungkap Jürgen Tuffentsammer, CIO dari Koenig & Bauer. “Sejak migrasi, kolaborasi tim kami menjadi lebih baik dan kami dapat berbagi dan mengeksekusi ide-ide inovatif jauh lebih cepat daripada sebelumnya”.

Mengelola volatilitas dalam permintaan dan penawaran

Pandemi COVID-19 telah mengganggu saluran distribusi dan supply chain global. Kini dibandingkan sebelumnya, perkiraan permintaan dan pengoptimalan penawaran secara akurat dalam lingkungan yang terus berubah memerlukan integrasi dan analisa data dari berbagai sumber secara real time. Atas dasar itulah alat analisis tugas seperti BigQuery dibuat. Dengan menerapkan analisis dan AI yang smart, produsen dapat memprediksi permintaan dan menyesuaikan operasi mereka untuk memenuhi permintaan tersebut dengan lebih baik.

AI juga dapat membantu memitigasi masalah terkait pengiriman last-mile yang memakan lebih dari setengah dari semua biaya pengiriman. Kemampuan untuk mengoptimalkan rute menggunakan data lalu lintas dan cuaca secara real-time, serta untuk men-deploy model ML guna memprediksi kemungkinan asal pengambilan barang yang baru, dapat memungkinkan perusahaan untuk meminimalkan biaya operasi sekaligus memaksimalkan layanan.

Bulan lalu, Gubernur Missouri Mike Parson mengumumkan peluncuran alat baru yang dikembangkan dengan basis Google Cloud untuk membantu para penyedia layanan kesehatan terhubung dengan produsen dan pemasok alat perlindungan diri (APD) di Missouri. Alat Missouri PPE Marketplace adalah upaya gabungan antara pemerintah negara bagian Missouri dan Missouri Hospital Association, yang dibuat untuk membantu produsen tersebut yang telah mengalihkan produksi mereka ke APD agar dapat memasuki pasar layanan kesehatan dan terhubung dengan pembeli.

Selain itu, pada bulan tersebut, Department of Economic Development (DED) di negara bagian ini telah mengumpulkan minat dari lebih dari 200 produsen dan pemasok APD dengan mengundang mereka untuk mendaftarkan usahanya ke dalam sistem. Instansi pelayanan kesehatan Missouri dan Missouri Hospital Association menghubungi penyedia pelayanan kesehatan di seluruh negara bagian ini untuk memastikan agar mereka memiliki akses dan dapat terhubung langsung dengan pemasok melalui alat baru ini.

Mengoptimalkan pembelanjaan TI

Migrasi ke cloud merupakan cara penting bagi pelaku bisnis untuk mengoptimalkan pembelanjaan teknologi mereka dan menemukan efisiensi baru.  Bagi produsen, hal tersebut berarti melayani lebih banyak pelanggan, mengatasi lebih banyak masalah, dan beradaptasi dengan keseluruhan bisnis secara lebih baik. Cloud menawarkan potensi pengurangan biaya data dan penghematan infrastruktur secara signifikan, serta peningkatan performa, kemudahan, dan skalabilitas di seluruh lingkungan TI.  

Cloud dapat membantu produsen dengan berbagai cara, mulai dari meningkatkan keselamatan, menghadapi ketidakpastian pasar, hingga melakukan persiapan untuk masa mendatang. Misanya, baru-baru ini kami bergabung dengan aliansi Rolls-Royce EMER²GENT yang bertujuan untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi global dengan mengidentifikasi tanda-tanda awal titik balik ekonomi (kami menyediakan akses ke set data publik dan BigQuery kami sebagai bagian dari upaya ini). Entah itu memodernkan infrastruktur, meningkatkan fleksibilitas, atau melakukan digitalisasi supply chain dan operasi, kami berfokus pada penyediaan solusi yang akan membantu memungkinkan produsen untuk beroperasi selama dan setelah pandemi.

Buka situs kami untuk mempelajari lebih lanjut cara menjalankan industri manufaktur di Google Cloud.

Posted in